Humor, Relational Bonds, And Cultural Sustainability: Interpersonal Communication in the Bagesa Tradition of Sumbawa

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.31764/jnef6585

Kata Kunci:

Humor, Interpersonal Communication, Bagesa Tradition, Sumbawa Culture, Cultural Sustainability, Qualitative Literature Review

Abstrak

Abstrak : Penelitian ini bertujuan mensintesiskan kajian mengenai fungsi humor dalam komunikasi interpersonal dan relevansinya bagi Bagesa Sumbawa. Kajian literatur kualitatif ini menghubungkan penelitian humor dengan kajian tradisi lisan. Delapan studi yang tercantum dalam tabel literatur dipetakan menurut konteks, metode, temuan, dan batas penerapannya; jumlah tersebut bukan hasil seleksi sistematis yang telah terdokumentasi. Literatur pendidikan mengaitkan humor dengan kedekatan dan interaksi, sedangkan penelitian lintas budaya menunjukkan bahwa respons terhadap humor bergantung pada konteks dan jarak sosial. Kajian lawas dan Sakeco menyediakan konteks budaya, tetapi tidak membuktikan efek humor dalam Bagesa. Hubungan humor dengan kedekatan interpersonal dan keberlanjutan Bagesa dirumuskan sebagai proposisi konseptual yang memerlukan pengujian. Keberlanjutan budaya dipahami sebagai keberlangsungan praktik dan pewarisan antargenerasi, termasuk penggunaan bahasa dan nilai yang bermakna bagi komunitas. Keterbatasan kajian meliputi belum tersedianya dokumentasi pencarian, seleksi, dan penilaian kualitas yang dapat direplikasi serta terbatasnya bukti langsung tentang Bagesa.

Abstract: This study synthesizes literature on the interpersonal functions of humor and their relevance to Bagesa in Sumbawa. A qualitative literature review connects humor research with studies of oral traditions. The eight studies listed in the literature table are mapped by context, method, findings, and limits of application; this number is not a documented systematic selection outcome. Educational studies associate humor with closeness and interaction, while cross-cultural research shows that responses depend on context and social distance. Studies of lawas and Sakeco provide cultural context but do not demonstrate the effects of humor in Bagesa. Links between humor, interpersonal closeness, and Bagesa's sustainability are formulated as conceptual propositions requiring investigation. Cultural sustainability refers to continued practice and intergenerational transmission, including locally meaningful language and values. Limitations include the absence of reproducible search, selection, and quality-appraisal records and limited direct evidence concerning Bagesa


Diterbitkan

2026-09-30

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Humor, Relational Bonds, And Cultural Sustainability: Interpersonal Communication in the Bagesa Tradition of Sumbawa. (2026). Jurnal Al-I’lam : Komunikasi dan Penyiaran Islam, 10(1), 106-113. https://doi.org/10.31764/jnef6585

Artikel Serupa

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.