Lumbung Pengabdian Kesehatan https://journal2.ummat.ac.id/index.php/jlp <p data-start="55" data-end="462">Lumbung Pengabdian Kesehatan (JLP) is a peer-reviewed scientific journal published by the Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Muhammadiyah Mataram. The journal publishes community service articles in the field of health, with a focus on dissemination, education, assistance, empowerment, behavioral change, knowledge improvement, and the development of community health programs.</p> <p data-start="464" data-end="722">The journal is published four times a year, in January, April, July, and October. All submitted manuscripts undergo a single-blind peer review process, and the final publication decision is made by the editorial board based on the reviewers’ recommendations.</p> <p data-start="724" data-end="1033">Lumbung Pengabdian Kesehatan accepts community service articles relevant to public health issues, health promotion, health education, medication use, community empowerment, assistance for target groups, and other applied activities that provide a tangible impact on society. The journal’s E-ISSN is 3032-4335.</p> en-US <p>Articles published in Lumbung Pengabdian Kesehatan (JLP) are licensed under the Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Authors retain copyright and grant the journal the right of first publication. Users are permitted to read, download, copy, distribute, print, search, or link to the full text of articles, provided that proper acknowledgment is given to the authors and Lumbung Pengabdian Kesehatan (JLP) as the original source of publication.</p> <p>Artikel yang diterbitkan dalam Lumbung Pengabdian Kesehatan (JLP) dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Penulis tetap memegang hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal. Pengguna diperbolehkan membaca, mengunduh, menyalin, mendistribusikan, mencetak, menelusuri, atau menautkan teks lengkap artikel, dengan tetap memberikan pengakuan yang sesuai kepada penulis dan Lumbung Pengabdian Kesehatan (JLP) sebagai sumber publikasi asli.</p> [email protected] (Safwan) [email protected] (Widayatul Khairi) Sun, 19 Jul 2026 04:24:01 +0000 OJS 3.3.0.7 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Edukasi Monitoring Efek Samping Obat (MESO) pada Pengunjung Car Free Day Kabupaten Lombok Utara https://journal2.ummat.ac.id/index.php/jlp/article/view/167 <p>Pelaporan dugaan efek samping obat merupakan komponen penting farmakovigilans, tetapi partisipasi masyarakat masih dapat terhambat oleh rendahnya pengetahuan tentang gejala yang perlu dicurigai dan cara melapor. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi Monitoring Efek Samping Obat (MESO) serta memperkenalkan jalur pelaporan yang aman kepada pengunjung Car Free Day Kabupaten Lombok Utara. Kegiatan dilaksanakan pada Minggu, 16 November 2025 mulai pukul 06.00 WITA oleh delapan mahasiswa S1 Farmasi dengan pendampingan dosen. Metode meliputi penyuluhan langsung, penjelasan menggunakan banner dan brosur, pembagian media edukasi, serta tanya jawab. Materi mencakup pengertian efek samping obat, tanda yang perlu diwaspadai, informasi yang perlu dicatat, tindakan awal yang tepat, dan pelaporan melalui tenaga kesehatan, pemilik izin edar, atau aplikasi <br />e-MESO 2.0 Badan POM. Evaluasi dilakukan secara deskriptif berdasarkan keterlaksanaan kegiatan dan dokumentasi, tanpa pre-test dan post-test. Kegiatan terlaksana sesuai rencana dan menghasilkan media edukasi serta komunikasi langsung dengan masyarakat. Edukasi di ruang publik layak digunakan sebagai langkah awal peningkatan literasi farmakovigilans, tetapi kegiatan berikutnya perlu menambahkan evaluasi kuantitatif, simulasi pelaporan, dan kode QR menuju e-MESO 2.0.</p> <p> </p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p>Suspected adverse drug reaction reporting is an essential component of pharmacovigilance, yet public participation may be limited by poor knowledge of warning signs and reporting procedures. This community service activity aimed to provide education on adverse drug reaction monitoring and introduce safe reporting pathways to visitors of the Car Free Day event in North Lombok Regency. The activity was conducted on Sunday, 16 November 2025, from 06:00 Central Indonesian Time by eight undergraduate pharmacy students under faculty supervision. The methods included face-to-face counselling, explanations using a banner and brochure, distribution of educational materials, and a question-and-answer session. The content covered the meaning of adverse drug reactions, warning signs, information that should be recorded, appropriate initial actions, and reporting through health professionals, marketing authorization holders, or the Indonesian Food and Drug Authority e-MESO 2.0 platform. Evaluation was descriptive and focused on implementation and documentation; no pre-test or post-test was conducted. The planned activities were completed and produced educational media and direct communication with the public. Public-space education is feasible as an initial approach to improve pharmacovigilance literacy. Future programs should incorporate quantitative evaluation, reporting simulations, and a QR code linked to e-MESO 2.0.</p> Baiq Nurbaety, Baiq Nurdian, Bastian, Akmah, Alfia Rizki Zuliana, Arifa Sarifatul Husna, Arina Salsabila, Baiq Luthfia Safira, Nurjihad, Yuli Fitriana, Nur Furqani, Taufan Hari Sugara Copyright (c) 2026 Baiq Nurbaety, Baiq Nurdian, Bastian, Akmah, Alfia Rizki Zuliana, Arifa Sarifatul Husna, Arina Salsabila, Baiq Luthfia Safira, Nurjihad, Yuli Fitriana, Nur Furqani, Taufan Hari Sugara https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal2.ummat.ac.id/index.php/jlp/article/view/167 Sun, 19 Jul 2026 00:00:00 +0000 Skrining Kesehatan dan Penyuluhan Dispepsia sebagai Upaya Deteksi Dini Penyakit Degeneratif di RS Adjhidarmo Banten https://journal2.ummat.ac.id/index.php/jlp/article/view/165 <p>Dispepsia merupakan keluhan saluran cerna atas yang sering dijumpai di masyarakat dan dapat menurunkan produktivitas serta kualitas hidup apabila tidak ditangani dengan baik. Di sisi lain, penyakit degeneratif seperti hipertensi, hiperkolesterolemia, dan hiperurisemia sering berkembang tanpa gejala sehingga memerlukan deteksi dini melalui skrining kesehatan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai penyakit dispepsia serta pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin. Kegiatan dilaksanakan pada Jumat, 23 Januari 2026 di RS Adjhidarmo Banten melalui pendekatan promotif dan preventif. Bentuk kegiatan meliputi registrasi peserta, pengisian kuesioner pretest, penyuluhan kesehatan tentang dispepsia, pemeriksaan tekanan darah, kolesterol, asam urat, berat badan, konsultasi kesehatan, serta pengisian kuesioner posttest. Hasil kegiatan menunjukkan adanya partisipasi aktif peserta dalam penyuluhan, pemeriksaan kesehatan, dan diskusi. Selama skrining masih ditemukan peserta dengan tekanan darah, kolesterol, dan asam urat di atas nilai normal sehingga diperlukan edukasi lanjutan mengenai pengaturan pola makan, aktivitas fisik, kepatuhan pengobatan, dan pemeriksaan kesehatan berkala. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan dispepsia dan deteksi dini faktor risiko penyakit degeneratif.</p> <p> </p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p>Dyspepsia is a common upper gastrointestinal complaint that may reduce productivity and quality of life when it is not properly managed. Meanwhile, degenerative diseases such as hypertension, hypercholesterolemia, and hyperuricemia may develop without obvious symptoms; therefore, early detection through health screening is essential. This community service activity aimed to improve public knowledge and awareness of dyspepsia and the importance of routine health checks. The activity was conducted on Friday, January 23, 2026, at Adjhidarmo Hospital, Banten, using promotive and preventive approaches. The activities included participant registration, pretest questionnaire completion, health education on dyspepsia, blood pressure measurement, cholesterol and uric acid screening, body weight measurement, individual health consultation, and posttest questionnaire completion. The implementation showed active participant involvement during counseling, health screening, and discussion sessions. Screening results indicated that some participants had blood pressure, cholesterol, and uric acid levels above normal values, highlighting the need for continuous education on dietary management, physical activity, treatment adherence, and regular health checks. This activity contributed positively to strengthening public awareness of dyspepsia prevention and early detection of degenerative disease risk factors.</p> Meta Safitri, Sefi Megawati, Rintan Putri W, Lulu Jusera, Lucyana Febrilianty, Wawan Kurniawan Copyright (c) 2026 Meta Safitri, Sefi Megawati, Rintan Putri W, Lulu Jusera, Lucyana Febrilianty, Wawan Kurniawan https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal2.ummat.ac.id/index.php/jlp/article/view/165 Sun, 19 Jul 2026 00:00:00 +0000 Pemberdayaan Masyarakat melalui Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Spray Anti Nyamuk Herbal sebagai Upaya Preventif Penyakit yang Ditularkan oleh Nyamuk https://journal2.ummat.ac.id/index.php/jlp/article/view/150 <p>Penyakit yang ditularkan dari nyamuk seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), malaria, chikungunya, dan filariasis masih menjadi tantangan utama kesehatan masyarakat di Indonesia. Keterbatasan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan penyakit serta pemanfaatan repelan anti nyamuk yang ramah lingkungan turut berkontribusi terhadap tingginya risiko penularan penyakit tersebut. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat melalui edukasi mengenai pencegahan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk serta pelatihan praktik pembuatan spray anti nyamuk herbal berbasis minyak atsiri serai wangi. Kegiatan dilaksanakan dengan menggunakan metode partisipatif yang meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi, pelatihan praktik, pendampingan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Sebanyak 20 anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) berpartisipasi dalam kegiatan ini. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa nilai rata-rata pengetahuan peserta meningkat dari 61 sebelum intervensi menjadi 93 setelah pelaksanaan edukasi. Selain itu, sekitar 90% peserta berhasil membuat spray anti nyamuk herbal secara mandiri sesuai dengan prosedur formulasi yang telah didemonstrasikan. Peserta juga menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai penerapan strategi 3M Plus serta pemanfaatan bahan alam sebagai repelan anti nyamuk yang ramah lingkungan. Program pemberdayaan masyarakat ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit yang ditularkan dari organisme hidup sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya herbal lokal sebagai alternatif pengendalian vektor yang aman dan berkelanjutan.</p> <p> </p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p>Vector-borne diseases such as dengue fever, malaria, chikungunya, and filariasis remain major public health challenges in Indonesia. Limited community knowledge regarding disease prevention and the use of environmentally friendly mosquito repellents contributes to the continued risk of transmission. This community service program aimed to improve community knowledge and skills through education on vector-borne disease prevention and hands-on training in the preparation of herbal mosquito repellent spray based on citronella essential oil. The activity was conducted using participatory methods consisting of health education, demonstrations, practical training, mentoring, and evaluation through pre-test and post-test. Twenty members of the Family Welfare Movement (PKK) participated in the program. The evaluation showed that the average knowledge score increased from 54 before the intervention to 84 after the educational session. In addition, approximately 90% of participants successfully prepared the herbal mosquito repellent spray independently according to the demonstrated formulation procedures. Participants also showed increased understanding of the 3M Plus strategy and the utilization of natural products as environmentally friendly mosquito repellents. This community empowerment program effectively enhanced community knowledge and practical skills in preventing vector-borne diseases while promoting the utilization of locally available herbal resources.</p> Weni Indah Sari, Nabilah Jehan, Tiara Tuasikal Bailuhu, Silvi Ambar Sari Copyright (c) 2026 Weni Indah Sari, Nabilah Jehan, Tiara Tuasikal Bailuhu, Silvi Ambar Sari https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal2.ummat.ac.id/index.php/jlp/article/view/150 Sun, 19 Jul 2026 00:00:00 +0000 Edukasi Pencegahan Demam Berdarah Dengue dan Pelatihan Pembuatan Lilin Aromaterapi Serai Wangi (Cymbopogon nordus) Antinyamuk pada Ibu PKK Kaliwadas https://journal2.ummat.ac.id/index.php/jlp/article/view/149 <p>Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di wilayah Cirebon, sehingga memerlukan upaya pencegahan yang berkelanjutan. Salah satu alternatif pengendalian nyamuk yang relatif aman dan ramah lingkungan adalah pemanfaatan minyak atsiri serai wangi (<em>Cymbopogon nardus</em>) sebagai bahan aktif dalam lilin aromaterapi antinyamuk. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota PKK Kelurahan Kaliwadas dalam pencegahan DBD serta pembuatan lilin aromaterapi berbahan minyak atsiri serai wangi. Kegiatan diikuti oleh 20 anggota PKK dengan metode penyuluhan, demonstrasi, praktik pembuatan lilin, diskusi interaktif, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Materi yang diberikan mencakup pengenalan tanaman serai wangi, manfaat minyak atsiri sebagai bahan aktif alami, pencegahan DBD, dan tahapan pembuatan lilin aromaterapi antinyamuk. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan nilai rata-rata pengetahuan peserta dari 61 pada pre-test menjadi 94 pada post-test. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan berhasil meningkatkan pemahaman peserta mengenai manfaat serai wangi dan proses pembuatan lilin aromaterapi antinyamuk. Peserta juga menunjukkan antusiasme yang tinggi selama penyuluhan dan praktik. Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan peserta dalam memanfaatkan sumber daya alam lokal, tetapi juga menghasilkan produk rumah tangga bernilai guna yang berpotensi dikembangkan sebagai usaha berbasis masyarakat. Dengan demikian, kegiatan ini dapat menjadi strategi pemberdayaan masyarakat yang mendukung pencegahan DBD secara aman, ekonomis, dan berkelanjutan.</p> <p> </p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p>Dengue hemorrhagic fever remains a significant public health problem in Indonesia, including the Cirebon region, and therefore requires sustainable preventive measures. One relatively safe and environmentally friendly mosquito-control alternative is the use of citronella essential oil (<em>Cymbopogon nardus</em>) as an active ingredient in mosquito-repellent aromatherapy candles. This community service program aimed to improve the knowledge and practical skills of Family Welfare Empowerment (PKK) members in Kaliwadas Village regarding dengue prevention and the production of citronella aromatherapy candles. The program involved 20 PKK members and was conducted through health education, demonstrations, candle-making practice, interactive discussions, and pre-test and post-test evaluations. The materials covered an introduction to citronella, the benefits of its essential oil as a natural active ingredient, dengue prevention, and the stages of producing mosquito-repellent aromatherapy candles. The evaluation results showed an increase in the participants’ mean knowledge score from 61 in the pre-test to 94 in the post-test. This improvement indicated that the program successfully enhanced participants’ understanding of the benefits of citronella and the candle-production process. Participants also demonstrated strong enthusiasm during the educational and practical sessions. In addition to improving participants’ ability to utilize locally available natural resources, the training produced a useful household product with potential for development as a community-based enterprise. Therefore, this program may serve as a community empowerment strategy that supports safe, economical, and sustainable dengue prevention.</p> Nabilah Nauli Jehan, Weni Indah Sari, Indri Dwi Rahasasti, Triani Kurniawati Copyright (c) 2026 Nabilah Nauli Jehan, Weni Indah Sari, Indri Dwi Rahasasti, Triani Kurniawati https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal2.ummat.ac.id/index.php/jlp/article/view/149 Sun, 19 Jul 2026 00:00:00 +0000 Edukasi Pencegahan Cacingan melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Siswa SDN 44 Ampenan https://journal2.ummat.ac.id/index.php/jlp/article/view/79 <p>Cacingan akibat soil-transmitted helminths (STH) masih menjadi masalah kesehatan pada anak usia sekolah, terutama pada lingkungan dengan kebiasaan kebersihan diri dan sanitasi yang belum konsisten. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa tentang penularan, dampak kesehatan, dan pencegahan cacingan melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kegiatan dilaksanakan di SDN 44 Ampenan, Kota Mataram, pada 8 November 2025 dengan sasaran 27 siswa kelas IV. Metode kegiatan berupa edukasi kesehatan interaktif dengan rancangan evaluasi deskriptif one-group pretest-posttest. Tahapan kegiatan meliputi koordinasi dengan pihak sekolah, pemberian pretest, penyampaian materi menggunakan PowerPoint, leaflet, spanduk, permainan edukatif, diskusi, tanya jawab, dan posttest. Hasil evaluasi menunjukkan nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 92,59 pada pretest menjadi 100,00 pada posttest, dengan peningkatan 7,41 poin; proporsi siswa yang memperoleh nilai 100 meningkat dari 66,67% menjadi 100%. Edukasi memperkuat pemahaman siswa mengenai cuci tangan pakai sabun, penggunaan alas kaki, kebersihan kuku, kebersihan makanan, serta penggunaan obat cacing sesuai arahan tenaga kesehatan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi interaktif di sekolah dapat menjadi strategi promosi kesehatan untuk penguatan pengetahuan pencegahan cacingan. Penguatan oleh guru, orang tua, UKS, dan puskesmas diperlukan agar PHBS diterapkan secara konsisten di rumah dan sekolah.</p> <p> </p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p>Helminthiasis caused by soil-transmitted helminths (STH) remains a public health concern among school-aged children, particularly in settings where personal hygiene and sanitation practices require continuous reinforcement. This community service activity aimed to improve students' knowledge of helminthiasis transmission, health impacts, and prevention through clean and healthy living behavior. The activity was conducted at SDN 44 Ampenan, Mataram, on 8 November 2025 and involved 27 fourth-grade students. The method used an interactive health education approach with a descriptive one-group pretest-posttest evaluation design. The activity included school coordination, pretest administration, education using PowerPoint, leaflet, banner, educational games, discussion, question-and-answer session, and posttest. The mean knowledge score increased from 92.59 in the pretest to 100.00 in the posttest, representing a 7.41-point improvement; the proportion of students obtaining a perfect score increased from 66.67% to 100%. The education strengthened students' understanding of handwashing with soap, footwear use, nail hygiene, food hygiene, and appropriate deworming practices under health worker guidance. These findings indicate that interactive school-based education can support health promotion for strengthening helminthiasis prevention knowledge. Continued reinforcement by teachers, parents, school health units, and local health centers is needed to sustain clean and healthy behaviors at home and at school.</p> Baiq Lenysia Puspita Anjani, Putri Antika, Putri Cahaya Ningrum, Putri Fahira, Rahma Alya, Raihana Salsabilla Halim, Ratu Elsa Ramadani, Regita Dwi Cahya Arica Putri, Revalina Putri Copyright (c) 2026 Baiq Lenysia Puspita Anjani, Putri Antika, Putri Cahaya Ningrum, Putri Fahira, Rahma Alya, Raihana Salsabilla Halim, Ratu Elsa Ramadani, Regita Dwi Cahya Arica Putri, Revalina Putri https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal2.ummat.ac.id/index.php/jlp/article/view/79 Sun, 19 Jul 2026 00:00:00 +0000 Edukasi Farmasi Digital melalui Sosialisasi Transformasi Teknologi dalam Dunia Farmasi pada Mahasiswa PGMI Universitas Muhammadiyah Mataram https://journal2.ummat.ac.id/index.php/jlp/article/view/78 <p>Transformasi digital kesehatan mendorong perubahan pelayanan kefarmasian melalui resep elektronik, telefarmasi, aplikasi manajemen obat, artificial intelligence, big data, dan Internet of Things. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat literasi Farmasi Digital pada mahasiswa Program Studi PGMI semester 3 Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Mataram. Kegiatan dilaksanakan pada Kamis, 6 November 2025 pukul 08.00 WITA di aula Fakultas Agama Islam dengan melibatkan 22 mahasiswa. Metode kegiatan meliputi koordinasi mitra, penyusunan media edukasi, penyampaian materi interaktif, diskusi, tanya jawab, kuis berhadiah, dan evaluasi kuesioner skala Likert. Materi mencakup konsep, ruang lingkup, manfaat, contoh implementasi, tren masa depan, serta batasan pemanfaatan Farmasi Digital. Hasil evaluasi menunjukkan 73,4% peserta memahami materi dan 26,6% memerlukan penguatan. Indikator contoh implementasi telepharmacy dan peran teknologi dalam penemuan obat memperoleh jawaban setuju masing-masing 45,5%, sedangkan jawaban netral masih dominan pada beberapa indikator. Edukasi ini memperluas pengetahuan lintas disiplin mahasiswa non-farmasi mengenai pemanfaatan layanan farmasi digital secara bijak, aman, dan tetap memperhatikan peran farmasis serta perlindungan data.</p> <p> </p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p>Digital health transformation has changed pharmaceutical services through electronic prescribing, telepharmacy, medication management applications, artificial intelligence, big data, and the Internet of Things. This community service activity aimed to strengthen digital pharmacy literacy among third-semester students of the Islamic Elementary School Teacher Education Program at the Faculty of Islamic Studies, Universitas Muhammadiyah Mataram. The activity was conducted on Thursday, 6 November 2025 at 08.00 WITA in the Faculty of Islamic Studies hall and involved 22 students. The methods included partner coordination, development of educational media, interactive presentation, discussion, question-and-answer session, prize quiz, and Likert-scale questionnaire evaluation. The topics covered the concept, scope, benefits, implementation examples, future trends, and limitations of digital pharmacy. The evaluation showed that 73.4% of participants understood the material, while 26.6% required further reinforcement. Indicators related to telepharmacy implementation and technology in drug discovery each received 45.5% agreement, while neutral responses remained dominant in several indicators. This activity broadened interdisciplinary knowledge among non-pharmacy students regarding the wise, safe, and responsible use of digital pharmacy services.</p> <p> </p> Baiq Leny Nopitasari, Widayatul Khairi, Nuansa Wahana Duta, Nuralisah, Nurul Febriani, Nurul Fitrah, Nurul Khafadzhoha, Piza Zulia Safitri Copyright (c) 2026 Baiq Leny Nopitasari, Widayatul Khairi, Nuansa Wahana Duta, Nuralisah, Nurul Febriani, Nurul Fitrah, Nurul Khafadzhoha, Piza Zulia Safitri https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal2.ummat.ac.id/index.php/jlp/article/view/78 Sun, 19 Jul 2026 00:00:00 +0000 Edukasi Pangan Aman dan Sehat Serta Upaya Peningkatan Literasi Pencegahan Diabetes Melitus (DM) pada Ponpes Islahul Ummah NW Sukaraja Kabupaten Lombok Timur https://journal2.ummat.ac.id/index.php/jlp/article/view/69 <p>Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan berkaitan erat dengan pola konsumsi pangan yang tidak sehat, terutama makanan dan minuman tinggi gula. Anak usia sekolah menjadi kelompok penting untuk diberikan edukasi sejak dini guna membentuk perilaku hidup sehat sebagai upaya pencegahan DM. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pangan aman dan sehat sebagai strategi pencegahan dini Diabetes Melitus di Pondok Pesantren Islahul Ummah NW Sukaraja, Kabupaten Lombok Timur. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan melalui ceramah interaktif, diskusi, permainan kuis, penyebaran leaflet dan poster edukatif, serta pendekatan partisipatif yang melibatkan guru dan pihak sekolah. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test terhadap 19 siswa peserta kegiatan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan siswa dari 56,32 % pada pre-test menjadi 76,05 % pada post-test atau mengalami peningkatan sebesar 19,74%. Selain peningkatan pengetahuan siswa, kegiatan juga menghasilkan penguatan peran guru dalam promosi kesehatan serta dukungan terhadap implementasi kantin sehat melalui pembatasan makanan dan minuman tinggi gula. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi pangan aman dan sehat yang dilakukan secara partisipatif efektif meningkatkan literasi kesehatan siswa dan berpotensi mendukung pencegahan dini Diabetes Melitus di lingkungan pesantren.</p> <p> </p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p>Diabetes Mellitus (DM) is a non-communicable disease whose prevalence continues to increase and is closely associated with unhealthy dietary habits, particularly the consumption of high-sugar foods and beverages. School-aged children represent an important target group for early health education to promote healthy lifestyle behaviors and prevent DM. This community service program aimed to improve students’ knowledge of safe and healthy food as an early prevention strategy for Diabetes Mellitus at Islahul Ummah NW Islamic Boarding School, Sukaraja, East Lombok Regency. The program was implemented through interactive lectures, group discussions, educational games, distribution of leaflets and posters, and a participatory approach involving teachers and school management. Program effectiveness was evaluated using pre-test and post-test assessments involving 19 students. The results demonstrated an increase in the average knowledge score from 56.32 % in the pre-test to 76.05 % in the post-test, representing an improvement of 19.74%. In addition to enhancing students’ knowledge, the program strengthened teachers’ roles in health promotion and supported the implementation of a healthy school canteen policy through the limitation of high-sugar foods and beverages. These findings indicate that participatory education on safe and healthy food is effective in improving students’ health literacy and has the potential to contribute to the early prevention of Diabetes Mellitus in Islamic boarding school settings.</p> Widayatul Khairi, Safwan Safwan, M. Jumratul Mu’minin, Ardiansyah, Muhammad Yusral Fahmi Rahmatullah, M. Khairul Atho, Dzun Haryadi Ittiqo Copyright (c) 2026 Widayatul Khairi, safwan safwan, M. Jumratul Mu’minin, Ardiansyah, Muhammad Yusral Fahmi Rahmatullah, M. Khairul Atho https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal2.ummat.ac.id/index.php/jlp/article/view/69 Sun, 19 Jul 2026 00:00:00 +0000