Diantara Digitalisasi dan Ketergantungan Bantuan Sosial: Kemiskinan Perempuan Pesisir di Aceh Barat

Authors

Keywords:

kemiskinan perempuan pesisir, habitus digital, arena struktural, reproduksi kemiskinan, modal

Abstract

Kemiskinan perempuan pesisir merupakan fenomena sosial yang dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, kebiasaan sosial, dan struktur yang mengatur akses terhadap sumber daya. Penelitian ini bertujuan menganalisis reproduksi kemiskinan perempuan pesisir melalui habitus digital dan arena struktural pemerintah di Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pengentasan kemiskinan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap perempuan pesisir, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), aparatur kecamatan, dan relawan Yayasan Abulyatama Indonesia (YAI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemiskinan perempuan pesisir direproduksi melalui habitus digital yang masih terbatas pada penggunaan telepon genggam untuk komunikasi dan media sosial, sementara pemanfaatan teknologi untuk aktivitas ekonomi masih rendah. Kondisi tersebut menyebabkan perempuan pesisir bergantung pada anak atau keluarga dalam penggunaan teknologi digital. Di sisi lain, arena struktural pemerintah berperan melalui berbagai program bantuan sosial yang menjadi penopang kehidupan masyarakat pesisir. Namun, bantuan sosial juga memunculkan kecenderungan ketergantungan akibat rendahnya pendapatan dan terbatasnya peluang kerja. Faktor pendukung pengentasan kemiskinan meliputi bantuan sosial, dukungan keluarga, relasi sosial, dan peluang pemasaran digital. Adapun faktor penghambat meliputi rendahnya pendidikan, keterampilan terbatas, minimnya modal, rendahnya literasi digital, terbatasnya lapangan kerja, serta ketergantungan terhadap bantuan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa reproduksi kemiskinan perempuan pesisir terjadi melalui interaksi antara habitus digital dan arena struktural pemerintah yang belum sepenuhnya mendorong kemandirian ekonomi perempuan pesisir.

 

Downloads

Published

2026-07-31

Issue

Section

Articles