Pengembangan Skala Digital Resilience Mahasiswa (SDRM): Uji Keterbacaan dan Analisis Faktor Eksploratori
Keywords:
digital resilience, pengembangan instrumen psikometri, uji keterbacaan, analisis faktor eksploratori, tata kelola digitalAbstract
Transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan (digital government) menempatkan mahasiswa pada posisi strategis, baik sebagai pengguna maupun subjek kebijakan digital. Di sisi lain, mahasiswa menghadapi tekanan psikososial akibat beban informasi berlebih, gangguan teknis, dan tuntutan adaptasi teknologi yang cepat, sehingga dibutuhkan instrumen yang mampu mengukur digital resilience secara valid dan reliabel. Skala Digital Resilience Mahasiswa (SDRM) disusun berdasarkan sintesis 339 artikel (2016 - 2026) dan terdiri atas 30 butir yang mengukur enam dimensi, yaitu Self-Efficacy Digital, Koping Adaptif, Regulasi Emosi Digital, Pemulihan dan Pertumbuhan, Dukungan Sosial Online, serta Pembelajaran dari Pengalaman Digital. Artikel ini melaporkan dua tahap awal pengembangan SDRM, yaitu uji keterbacaan dan pilot testing, sebelum instrumen memasuki tahap expert review dan validasi konstruk berskala besar. Uji keterbacaan dilaksanakan pada 30 mahasiswa dari 10 fakultas, sedangkan pilot testing melibatkan 114 mahasiswa untuk memperoleh gambaran awal properti psikometri dan struktur faktor secara eksploratif. Hasil uji keterbacaan menunjukkan rerata 3,70 (SD = 0,49) dengan 96,7% responden tidak melaporkan kesulitan pemahaman. Hasil pilot testing menunjukkan reliabilitas internal yang baik (alpha = 0,886) serta kecukupan data untuk dianalisis secara faktorial (KMO = 0,786; Bartlett signifikan). Analisis faktor eksploratori dengan parallel analysis mengindikasikan 3 - 4 faktor yang didukung data, lebih sedikit dari enam dimensi teoretis, dengan pola butir unfavorable yang cenderung membentuk faktor metode tersendiri. Temuan ini menjadi dasar empiris bagi perbaikan butir unfavorable pada tahap expert review sebelum SDRM diuji validitas konstruknya melalui Confirmatory Factor Analysis pada sampel yang lebih besar.



