This is an outdated version published on 2026-07-19. Read the most recent version.

Skrining Kesehatan dan Penyuluhan Dispepsia sebagai Upaya Deteksi Dini Penyakit Degeneratif di RS Adjhidarmo Banten

Health Screening and Dyspepsia Education as an Early Detection Strategy for Degenerative Diseases at Adjhidarmo Hospital, Banten

Authors

  • Meta Safitri Universitas Muhammadiyah A.R. Fachruddin
  • Sefi Megawati Program Studi D3 Farmasi, Universitas Muhammadiyah A.R. Fachruddin, Indonesia
  • Rintan Putri W Program Studi D3 Farmasi, Universitas Muhammadiyah A.R. Fachruddin, Indonesia
  • Lulu Jusera Program Studi D3 Farmasi, Universitas Muhammadiyah A.R. Fachruddin, Indonesia
  • Lucyana Febrilianty Program Studi D3 Farmasi, Universitas Muhammadiyah A.R. Fachruddin, Indonesia
  • Wawan Kurniawan Program Studi D3 Farmasi, Universitas Muhammadiyah A.R. Fachruddin, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31764/jlp.165

Keywords:

Dispepsia, Penyakit Degeneratif, Penyuluhan Kesehatan, Skrining Kesehatan, Deteksi Dini

Abstract

Dispepsia merupakan keluhan saluran cerna atas yang sering dijumpai di masyarakat dan dapat menurunkan produktivitas serta kualitas hidup apabila tidak ditangani dengan baik. Di sisi lain, penyakit degeneratif seperti hipertensi, hiperkolesterolemia, dan hiperurisemia sering berkembang tanpa gejala sehingga memerlukan deteksi dini melalui skrining kesehatan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai penyakit dispepsia serta pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin. Kegiatan dilaksanakan pada Jumat, 23 Januari 2026 di RS Adjhidarmo Banten melalui pendekatan promotif dan preventif. Bentuk kegiatan meliputi registrasi peserta, pengisian kuesioner pretest, penyuluhan kesehatan tentang dispepsia, pemeriksaan tekanan darah, kolesterol, asam urat, berat badan, konsultasi kesehatan, serta pengisian kuesioner posttest. Hasil kegiatan menunjukkan adanya partisipasi aktif peserta dalam penyuluhan, pemeriksaan kesehatan, dan diskusi. Selama skrining masih ditemukan peserta dengan tekanan darah, kolesterol, dan asam urat di atas nilai normal sehingga diperlukan edukasi lanjutan mengenai pengaturan pola makan, aktivitas fisik, kepatuhan pengobatan, dan pemeriksaan kesehatan berkala. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan dispepsia dan deteksi dini faktor risiko penyakit degeneratif.

 

Abstract

Dyspepsia is a common upper gastrointestinal complaint that may reduce productivity and quality of life when it is not properly managed. Meanwhile, degenerative diseases such as hypertension, hypercholesterolemia, and hyperuricemia may develop without obvious symptoms; therefore, early detection through health screening is essential. This community service activity aimed to improve public knowledge and awareness of dyspepsia and the importance of routine health checks. The activity was conducted on Friday, January 23, 2026, at Adjhidarmo Hospital, Banten, using promotive and preventive approaches. The activities included participant registration, pretest questionnaire completion, health education on dyspepsia, blood pressure measurement, cholesterol and uric acid screening, body weight measurement, individual health consultation, and posttest questionnaire completion. The implementation showed active participant involvement during counseling, health screening, and discussion sessions. Screening results indicated that some participants had blood pressure, cholesterol, and uric acid levels above normal values, highlighting the need for continuous education on dietary management, physical activity, treatment adherence, and regular health checks. This activity contributed positively to strengthening public awareness of dyspepsia prevention and early detection of degenerative disease risk factors.

References

Adi, P. R. (2014). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: Interna Publishing.

Febrinasari, R. P., Agusti, D., & Nasiro, S. (2020). Diabetes mellitus dan permasalahannya. Jurnal Kesehatan, 9(1), 45-52.

Handayani, S., & Sari, Y. (2019). Faktor risiko kejadian asam urat pada masyarakat dewasa. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, 8(2), 101-108.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan Nasional Riskesdas 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Khaerani Abd Hafid, Sangadji, F., & Wijaya, N. L. (2022). Hubungan kadar gula darah dengan tekanan darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Jurnal Kesehatan Madani Medika, 13(2), 290-297.

Naue, L., dkk. (2016). Hubungan kadar kolesterol dengan kejadian hipertensi. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(2), 123-130.

Notoatmodjo, S. (2012). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Sari, I. G. A. D., Pratiwi, P. D., & Swastini, I. G. A. A. P. (2021). Gambaran kadar glukosa darah pada penderita hipertensi. Jurnal Analis Kesehatan, 10(2), 75-82.

Selano, M. K., Marwaningsih, V. R., & Setyaningrum, N. (2020). Pemeriksaan gula darah dan tekanan darah pada masyarakat. Indonesian Journal of Community Services, 2(1), 38-45.

Suiraoka, I. P. (2015). Penyakit Degeneratif. Yogyakarta: Nuha Medika.

Susilawati, S., Suryani, P. R., & Fatmawati. (2019). Pendampingan deteksi dini penyakit degeneratif melalui pemeriksaan kesehatan masyarakat. Jurnal Pengabdian Sriwijaya, 7(2), 735-741.

World Health Organization. (2021). Noncommunicable Diseases Fact Sheet. Geneva: World Health Organization.

World Health Organization. (2023). Global Report on Hypertension. Geneva: World Health Organization.

Downloads

Published

2026-07-19

Versions

How to Cite

Safitri, M., Megawati, S., Putri W, R., Jusera, L., Febrilianty, L., & Kurniawan, W. (2026). Skrining Kesehatan dan Penyuluhan Dispepsia sebagai Upaya Deteksi Dini Penyakit Degeneratif di RS Adjhidarmo Banten: Health Screening and Dyspepsia Education as an Early Detection Strategy for Degenerative Diseases at Adjhidarmo Hospital, Banten. Lumbung Pengabdian Kesehatan, 3(3), 1–4. https://doi.org/10.31764/jlp.165