This is an outdated version published on 2026-07-19. Read the most recent version.

Edukasi Pencegahan Cacingan melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Siswa SDN 44 Ampenan

Education on Helminthiasis Prevention through Clean and Healthy Living Practices among Students at SDN 44 Ampenan

Authors

  • Baiq Lenysia Puspita Anjani S1 Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Mataram, Mataram, Indonesia
  • Putri Antika S1 Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Mataram, Mataram, Indonesia
  • Putri Cahaya Ningrum S1 Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Mataram, Mataram, Indonesia
  • Putri Fahira S1 Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Mataram, Mataram, Indonesia
  • Rahma Alya S1 Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Mataram, Mataram, Indonesia
  • Raihana Salsabilla Halim S1 Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Mataram, Mataram, Indonesia
  • Ratu Elsa Ramadani S1 Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Mataram, Mataram, Indonesia
  • Regita Dwi Cahya Arica Putri S1 Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Mataram, Mataram, Indonesia
  • Revalina Putri S1 Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Mataram, Mataram, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31764/jlp.79

Keywords:

Clean and Healthy Living Behavior, Elementary School Students, Health Education, Helminthiasis, Soil-Transmitted Helminths

Abstract

Cacingan akibat soil-transmitted helminths (STH) masih menjadi masalah kesehatan pada anak usia sekolah, terutama pada lingkungan dengan kebiasaan kebersihan diri dan sanitasi yang belum konsisten. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa tentang penularan, dampak kesehatan, dan pencegahan cacingan melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kegiatan dilaksanakan di SDN 44 Ampenan, Kota Mataram, pada 8 November 2025 dengan sasaran 27 siswa kelas IV. Metode kegiatan berupa edukasi kesehatan interaktif dengan rancangan evaluasi deskriptif one-group pretest-posttest. Tahapan kegiatan meliputi koordinasi dengan pihak sekolah, pemberian pretest, penyampaian materi menggunakan PowerPoint, leaflet, spanduk, permainan edukatif, diskusi, tanya jawab, dan posttest. Hasil evaluasi menunjukkan nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 92,59 pada pretest menjadi 100,00 pada posttest, dengan peningkatan 7,41 poin; proporsi siswa yang memperoleh nilai 100 meningkat dari 66,67% menjadi 100%. Edukasi memperkuat pemahaman siswa mengenai cuci tangan pakai sabun, penggunaan alas kaki, kebersihan kuku, kebersihan makanan, serta penggunaan obat cacing sesuai arahan tenaga kesehatan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi interaktif di sekolah dapat menjadi strategi promosi kesehatan untuk penguatan pengetahuan pencegahan cacingan. Penguatan oleh guru, orang tua, UKS, dan puskesmas diperlukan agar PHBS diterapkan secara konsisten di rumah dan sekolah.

 

Abstract

Helminthiasis caused by soil-transmitted helminths (STH) remains a public health concern among school-aged children, particularly in settings where personal hygiene and sanitation practices require continuous reinforcement. This community service activity aimed to improve students' knowledge of helminthiasis transmission, health impacts, and prevention through clean and healthy living behavior. The activity was conducted at SDN 44 Ampenan, Mataram, on 8 November 2025 and involved 27 fourth-grade students. The method used an interactive health education approach with a descriptive one-group pretest-posttest evaluation design. The activity included school coordination, pretest administration, education using PowerPoint, leaflet, banner, educational games, discussion, question-and-answer session, and posttest. The mean knowledge score increased from 92.59 in the pretest to 100.00 in the posttest, representing a 7.41-point improvement; the proportion of students obtaining a perfect score increased from 66.67% to 100%. The education strengthened students' understanding of handwashing with soap, footwear use, nail hygiene, food hygiene, and appropriate deworming practices under health worker guidance. These findings indicate that interactive school-based education can support health promotion for strengthening helminthiasis prevention knowledge. Continued reinforcement by teachers, parents, school health units, and local health centers is needed to sustain clean and healthy behaviors at home and at school.

References

Afandi, N. A., Fattah, N., Rasfayanah, R., Darussalam, A. H. E., & Aisyah, W. N. (2025). Personal hygiene and soil-transmitted helminth infection among school children in Karuwisi Health Centre Area, Makassar. Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako), 11(4), 681-690. https://doi.org/10.22487/htj.v11i4.1800

Armaijn, L., Darmayanti, D., Nurhidayat, R., & Tamsil, F. A. (2024). Edukasi faktor risiko kecacingan dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di sekolah pesisir Jambula. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 7(5).

Eno, R. W., Jannah, S. R., Hakiki, M. R., Aminudin, & Rusdiana, N. (2025). Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam pencegahan cacingan pada siswa SD Negeri Matagara. Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat (JURIBMAS), 4(1), 59-65. https://doi.org/10.62712/juribmas.v4i1.375

Garn, J. V., Wilkers, J. L., Meehan, A. A., Pfadenhauer, L. M., Burns, J., Imtiaz, R., & Freeman, M. C. (2022). Interventions to improve water, sanitation, and hygiene for preventing soil-transmitted helminth infection. Cochrane Database of Systematic Reviews, 2022(6), CD012199. https://doi.org/10.1002/14651858.CD012199.pub2

Indraswari, N. L. A., Haderiah, H., & Tiku, M. (2024). Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam pencegahan kecacingan pada siswa SD Negeri Pampang Kecamatan Panakkukang Kota Makassar. Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat, 24(1), 157-162. https://doi.org/10.32382/sulo.v24i1.521

Jourdan, P. M., Lamberton, P. H. L., Fenwick, A., & Addiss, D. G. (2018). Soil-transmitted helminth infections. The Lancet, 391(10117), 252-265. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(17)31930-X

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2017 tentang Penanggulangan Cacingan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Sari, M. P., Nathasaria, T., Majawati, E. S., & Pangaribuan, H. U. (2020). Soil-transmitted helminth infections, anemia, and undernutrition among school-children in an elementary school in North Jakarta, Indonesia. Majalah Kedokteran Bandung, 52(4), 205-212. https://doi.org/10.15395/mkb.v52n4.2137

World Health Organization. (2023). Soil-transmitted helminth infections. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/soil-transmitted-helminth-infections

Xaybouaphanh, K., Hanh, T. T. T., & Phuc, P. D. (2025). Effectiveness of a school-based health education intervention on soil-transmitted helminth prevention among primary school pupils in Lao PDR. Environmental Health Insights, 19, 1-8. https://doi.org/10.1177/11786302251323057

Downloads

Published

2026-07-19

Versions

How to Cite

Puspita Anjani, B. L., Antika, P., Cahaya Ningrum, P., Fahira, P., Alya, R., Salsabilla Halim, R., Elsa Ramadani, R., Dwi Cahya Arica Putri, R., & Putri, R. (2026). Edukasi Pencegahan Cacingan melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Siswa SDN 44 Ampenan: Education on Helminthiasis Prevention through Clean and Healthy Living Practices among Students at SDN 44 Ampenan. Lumbung Pengabdian Kesehatan, 3(3), 14–17. https://doi.org/10.31764/jlp.79

Issue

Section

Articles

Categories