Edukasi Pencegahan Cacingan melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Siswa SDN 44 Ampenan
Education on Helminthiasis Prevention through Clean and Healthy Living Practices among Students at SDN 44 Ampenan
DOI:
https://doi.org/10.31764/jlp.79Keywords:
Clean and Healthy Living Behavior, Elementary School Students, Health Education, Helminthiasis, Soil-Transmitted HelminthsAbstract
Cacingan akibat soil-transmitted helminths (STH) masih menjadi masalah kesehatan pada anak usia sekolah, terutama pada lingkungan dengan kebiasaan kebersihan diri dan sanitasi yang belum konsisten. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa tentang penularan, dampak kesehatan, dan pencegahan cacingan melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kegiatan dilaksanakan di SDN 44 Ampenan, Kota Mataram, pada 8 November 2025 dengan sasaran 27 siswa kelas IV. Metode kegiatan berupa edukasi kesehatan interaktif dengan rancangan evaluasi deskriptif one-group pretest-posttest. Tahapan kegiatan meliputi koordinasi dengan pihak sekolah, pemberian pretest, penyampaian materi menggunakan PowerPoint, leaflet, spanduk, permainan edukatif, diskusi, tanya jawab, dan posttest. Hasil evaluasi menunjukkan nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 92,59 pada pretest menjadi 100,00 pada posttest, dengan peningkatan 7,41 poin; proporsi siswa yang memperoleh nilai 100 meningkat dari 66,67% menjadi 100%. Edukasi memperkuat pemahaman siswa mengenai cuci tangan pakai sabun, penggunaan alas kaki, kebersihan kuku, kebersihan makanan, serta penggunaan obat cacing sesuai arahan tenaga kesehatan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi interaktif di sekolah dapat menjadi strategi promosi kesehatan untuk penguatan pengetahuan pencegahan cacingan. Penguatan oleh guru, orang tua, UKS, dan puskesmas diperlukan agar PHBS diterapkan secara konsisten di rumah dan sekolah.
Abstract
Helminthiasis caused by soil-transmitted helminths (STH) remains a public health concern among school-aged children, particularly in settings where personal hygiene and sanitation practices require continuous reinforcement. This community service activity aimed to improve students' knowledge of helminthiasis transmission, health impacts, and prevention through clean and healthy living behavior. The activity was conducted at SDN 44 Ampenan, Mataram, on 8 November 2025 and involved 27 fourth-grade students. The method used an interactive health education approach with a descriptive one-group pretest-posttest evaluation design. The activity included school coordination, pretest administration, education using PowerPoint, leaflet, banner, educational games, discussion, question-and-answer session, and posttest. The mean knowledge score increased from 92.59 in the pretest to 100.00 in the posttest, representing a 7.41-point improvement; the proportion of students obtaining a perfect score increased from 66.67% to 100%. The education strengthened students' understanding of handwashing with soap, footwear use, nail hygiene, food hygiene, and appropriate deworming practices under health worker guidance. These findings indicate that interactive school-based education can support health promotion for strengthening helminthiasis prevention knowledge. Continued reinforcement by teachers, parents, school health units, and local health centers is needed to sustain clean and healthy behaviors at home and at school.
References
Afandi, N. A., Fattah, N., Rasfayanah, R., Darussalam, A. H. E., & Aisyah, W. N. (2025). Personal hygiene and soil-transmitted helminth infection among school children in Karuwisi Health Centre Area, Makassar. Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako), 11(4), 681-690. https://doi.org/10.22487/htj.v11i4.1800
Armaijn, L., Darmayanti, D., Nurhidayat, R., & Tamsil, F. A. (2024). Edukasi faktor risiko kecacingan dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di sekolah pesisir Jambula. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 7(5).
Eno, R. W., Jannah, S. R., Hakiki, M. R., Aminudin, & Rusdiana, N. (2025). Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam pencegahan cacingan pada siswa SD Negeri Matagara. Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat (JURIBMAS), 4(1), 59-65. https://doi.org/10.62712/juribmas.v4i1.375
Garn, J. V., Wilkers, J. L., Meehan, A. A., Pfadenhauer, L. M., Burns, J., Imtiaz, R., & Freeman, M. C. (2022). Interventions to improve water, sanitation, and hygiene for preventing soil-transmitted helminth infection. Cochrane Database of Systematic Reviews, 2022(6), CD012199. https://doi.org/10.1002/14651858.CD012199.pub2
Indraswari, N. L. A., Haderiah, H., & Tiku, M. (2024). Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam pencegahan kecacingan pada siswa SD Negeri Pampang Kecamatan Panakkukang Kota Makassar. Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat, 24(1), 157-162. https://doi.org/10.32382/sulo.v24i1.521
Jourdan, P. M., Lamberton, P. H. L., Fenwick, A., & Addiss, D. G. (2018). Soil-transmitted helminth infections. The Lancet, 391(10117), 252-265. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(17)31930-X
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2017 tentang Penanggulangan Cacingan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Sari, M. P., Nathasaria, T., Majawati, E. S., & Pangaribuan, H. U. (2020). Soil-transmitted helminth infections, anemia, and undernutrition among school-children in an elementary school in North Jakarta, Indonesia. Majalah Kedokteran Bandung, 52(4), 205-212. https://doi.org/10.15395/mkb.v52n4.2137
World Health Organization. (2023). Soil-transmitted helminth infections. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/soil-transmitted-helminth-infections
Xaybouaphanh, K., Hanh, T. T. T., & Phuc, P. D. (2025). Effectiveness of a school-based health education intervention on soil-transmitted helminth prevention among primary school pupils in Lao PDR. Environmental Health Insights, 19, 1-8. https://doi.org/10.1177/11786302251323057
Downloads
Published
Versions
- 2026-07-19 (2)
- 2026-07-19 (1)
How to Cite
License
Copyright (c) 2026 Baiq Lenysia Puspita Anjani, Putri Antika, Putri Cahaya Ningrum, Putri Fahira, Rahma Alya, Raihana Salsabilla Halim, Ratu Elsa Ramadani, Regita Dwi Cahya Arica Putri, Revalina Putri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Articles published in Lumbung Pengabdian Kesehatan (JLP) are licensed under the Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Authors retain copyright and grant the journal the right of first publication. Users are permitted to read, download, copy, distribute, print, search, or link to the full text of articles, provided that proper acknowledgment is given to the authors and Lumbung Pengabdian Kesehatan (JLP) as the original source of publication.
Artikel yang diterbitkan dalam Lumbung Pengabdian Kesehatan (JLP) dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Penulis tetap memegang hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal. Pengguna diperbolehkan membaca, mengunduh, menyalin, mendistribusikan, mencetak, menelusuri, atau menautkan teks lengkap artikel, dengan tetap memberikan pengakuan yang sesuai kepada penulis dan Lumbung Pengabdian Kesehatan (JLP) sebagai sumber publikasi asli.